Renungan awal 100 th Kebangkitan Nasional

Teknologi Informasi dan mesin-mesin canggih mungkin membahagiakan badan, tetapi mematikan jiwa, kreativitas, dan sikap kritis kita. Kaum intelektual pun umumnya jarang yang sempat merenung. Mereka merasa hidup suda “jadi” dan tinggal menjalaninya. Mereka tak lagi terusik keharusan untuk menghasilkan “kebaruan” dan kebajikan lebih agung buat hidup.

(Mohamad Sobary, Intelektual kampus)

……………………….

Sebagian kita terjebak dengan sesuatu yang selalu disajikan lebih baru tanpa mengerti esensi gunanya bagi bersama.

Sebagian lagi merenung dalam “fatalitas” tak terkira.

Sementara mereka yang belum merasakan “fasilitas-fasilitas” seperti kita memang makin menunggu ajal di jalan dan rimba kemiskinan mereka.

Apa sebenarnya fungsi kita “Kaum terpelajar generasi terakhir” dari  Negara-Bangsa bernama Indonesia ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: